Spikdi
B10:46
B10:46
The door clicks shut, and the house holds its breath.
Pintu tertutup rapat, dan rumah menahan napasnya.
I walk through rooms that still smell like laughter.
Aku berjalan melewati ruangan yang masih berbau tawa.
Cups sit in pairs, half-empty, like small stories.
Cangkir berpasangan, setengah kosong, seperti cerita kecil.
I wash each one, and the water turns warm.
Aku mencuci masing-masing, dan airnya menjadi hangat.
The soap smells like oranges, sharp and clean.
Sabunnya berbau jeruk, tajam dan bersih.
I think about the bills I paid for this evening.
Aku memikirkan tagihan yang kubayar untuk malam ini.
It was worth every coin, I tell myself softly.
Itu sepadan dengan setiap koin, kataku pelan.
The silence is not empty; it is full of echoes.
Keheningan tidak kosong; ia penuh gema.
I sit on the sofa, and the cushion is still warm.
Aku duduk di sofa, dan bantalnya masih hangat.
I check my wallet, and I feel a strange joy.
Aku memeriksa dompetku, dan merasakan kegembiraan aneh.
Money spent on love returns as memories.
Uang yang dibelanjakan untuk cinta kembali sebagai kenangan.
Tomorrow I will rest, but tonight I remember.
Besok aku akan beristirahat, tapi malam ini aku mengingat.
The house remembers the voices
by @yogadaily