Spikdi
A2–B10:36
A2–B10:36
I noticed we forgot to send an invoice.
Saya menyadari kami lupa mengirim faktur.
The client's payment was late because of us.
Pembayaran klien terlambat karena kami.
I called them to say sorry.
Saya menelepon mereka untuk minta maaf.
I said, "Just a gentle reminder about payment."
Saya berkata, "Hanya pengingat halus tentang pembayaran."
But I admitted it was our mistake first.
Tapi saya mengakui itu kesalahan kami dulu.
She sounded a bit upset on the phone.
Dia terdengar sedikit kesal di telepon.
I asked, "Could you let me know a date?"
Saya bertanya, "Bisakah Anda memberi tahu saya tanggalnya?"
She said she would check with her team.
Dia bilang akan cek dengan timnya.
I added, "Happy to sort out any issue on our side."
Saya menambahkan, "Senang membantu menyelesaikan masalah dari pihak kami."
She thanked me for being honest.
Dia berterima kasih karena saya jujur.
We sent the invoice right away.
Kami langsung mengirim faktur.
Now I check our invoices every week.
Sekarang saya cek faktur kami setiap minggu.
A Late Payment: How I Owned My Mistake and Fixed It
by @putri26