B10:53
Today, my young niece showed me a small spider.
Hari ini, keponakan kecilku menunjukkan seekor laba-laba kecil.
She pointed with pure wonder, no fear at all.
Dia menunjuk dengan kekaguman murni, tanpa rasa takut sama sekali.
My first thought was to shoo it away quickly.
Pikiran pertamaku adalah mengusirnya dengan cepat.
Children see everyday things with such open eyes.
Anak-anak melihat hal sehari-hari dengan mata yang begitu terbuka.
We adults often rush past tiny discoveries.
Kita orang dewasa sering terburu-buru melewati penemuan kecil.
We carry burdens, blurring our vision.
Kita memikul beban, mengaburkan pandangan kita.
Her simple delight felt like a gentle nudge.
Kegembiraan sederhananya terasa seperti dorongan lembut.
What if I stopped to notice more often?
Bagaimana jika aku berhenti memperhatikan lebih sering?
It makes me long for that clearer view.
Itu membuatku merindukan pandangan yang lebih jernih itu.
Perhaps I can choose to look a bit closer.
Mungkin aku bisa memilih untuk melihat sedikit lebih dekat.
Even a spider holds a small lesson.
Bahkan seekor laba-laba menyimpan pelajaran kecil.
This evening brings a quiet, hopeful thought.
Malam ini membawa pikiran yang tenang dan penuh harapan.
HE
A Spider's Lesson: Seeing the World Through Fresh Eyes
by @hendra_tales