B10:39
It's late, and I'm thinking about my old math teacher.
Sudah larut, dan aku memikirkan guru matematikaku dulu.
She never praised me in front of the class.
Dia tidak pernah memujiku di depan kelas.
But after school, she gave me extra problems to solve.
Tapi setelah sekolah, dia memberiku soal tambahan untuk dikerjakan.
She said, "You have a sharp mind, don't waste it."
Katanya, "Pikiranmu tajam, jangan sia-siakan."
I didn't believe her then, but I kept trying.
Waktu itu aku tidak percaya, tapi aku terus berusaha.
Her words stuck with me through every tough job.
Kata-katanya menemaniku melewati setiap pekerjaan sulit.
Now I'm a finance manager, and I still hear her voice.
Sekarang aku manajer keuangan, dan aku masih mendengar suaranya.
When I doubt myself, I remember her steady look.
Saat aku ragu, aku ingat tatapan tenangnya.
She saw a future I couldn't see for myself.
Dia melihat masa depan yang tidak bisa kulihat untuk diriku sendiri.
I wonder if she knows how much she changed me.
Aku bertanya-tanya apakah dia tahu betapa dia mengubahku.
I hope I can be that light for someone else someday.
Semoga suatu hari nanti aku bisa menjadi cahaya itu untuk orang lain.
The Teacher Who Saw My Worth
by @yogadaily