Spikdi
B10:45
B10:45
I remember the day I spoke English to a stranger.
Saya ingat hari ketika saya bicara bahasa Inggris dengan orang asing.
My hands were wet, my throat was tight.
Tangan saya basah, tenggorokan saya terasa sesak.
I had to ask for the bus stop.
Saya harus bertanya halte bus.
The words felt like stones in my mouth.
Kata-katanya terasa seperti batu di mulut saya.
But the woman smiled and pointed forward.
Tapi wanita itu tersenyum dan menunjuk ke depan.
That was enough, and I walked on.
Itu cukup, dan saya melanjutkan jalan.
I did not become fluent that day.
Saya tidak jadi lancar hari itu.
But I proved I could step outside.
Tapi saya membuktikan saya bisa melangkah keluar.
Each small try makes the next one lighter.
Setiap usaha kecil membuat yang berikutnya lebih ringan.
Now I even send emails in English.
Sekarang saya bahkan mengirim email dalam bahasa Inggris.
It started with one clumsy question.
Semuanya mulai dari satu pertanyaan canggung.
That question opened a whole door.
Pertanyaan itu membuka pintu yang besar.
AN
Walking Out the Door
by @anggunlingo