B10:41
I dialed my mom’s number after work.
Aku menelpon ibuku setelah kerja.
My head was full of deadlines and emails.
Kepalaku penuh dengan deadline dan email.
Her voice came through, soft and familiar.
Suaranya terdengar lembut dan akrab.
She asked about my day, not my tasks.
Dia bertanya tentang hariku, bukan tugasku.
I talked about lunch, not my meeting.
Aku cerita tentang makan siang, bukan rapatku.
For a minute, my world got smaller.
Sebentar saja, duniaku menjadi lebih kecil.
It was just her and me, and the hum of the fridge.
Hanya dia dan aku, dan suara kulkas.
I remembered I am more than my job title.
Aku ingat aku lebih dari sekadar jabatanku.
That call was a tiny anchor in my evening.
Panggilan itu seperti jangkar kecil di malamku.
She doesn’t fix my problems, but she hears them.
Dia tidak menyelesaikan masalahku, tapi dia mendengarnya.
And that is enough for tonight.
Dan itu cukup untuk malam ini.
An Evening Call Home
by @buditales