Spikdi
B10:44
B10:44
Rain taps on my window, soft and steady.
Hujan mengetuk jendelaku, lembut dan terus-menerus.
No alarm rings, no emails wait for me.
Tidak ada alarm berbunyi, tidak ada email yang menungguku.
My shoulders feel lighter than they did all week.
Bahuku terasa lebih ringan daripada seminggu ini.
I watch the drops race down the glass.
Aku melihat tetesan air berlomba turun di kaca.
Each one finds its own little path.
Setiap tetes menemukan jalannya sendiri yang kecil.
I don't need to fix anything right now.
Aku tidak perlu memperbaiki apa pun sekarang.
Work can wait until Monday morning arrives.
Pekerjaan bisa menunggu sampai Senin pagi tiba.
This Sunday belongs to me, not to my tasks.
Minggu ini milikku, bukan milik tugas-tugasku.
I drink warm tea and listen to the rain.
Aku minum teh hangat dan mendengarkan hujan.
Maybe I'll read a book or just daydream.
Mungkin aku akan membaca buku atau sekadar berkhayal.
The world feels slow, and that is okay.
Dunia terasa lambat, dan itu tidak apa-apa.
Rain on the Window
by @maya44