B10:34
I remember Mrs. Dewi from culinary school.
Saya ingat Ibu Dewi dari sekolah kuliner.
She watched me chop onions with shaky hands.
Beliau memperhatikan saya memotong bawang dengan tangan gemetar.
I was slow and made a mess.
Saya lambat dan berantakan.
But she said my knife grip was natural.
Tapi beliau bilang genggaman pisau saya alami.
That one comment changed how I saw myself.
Satu komentar itu mengubah cara saya melihat diri sendiri.
I started to believe I could be a chef.
Saya mulai percaya bisa menjadi koki.
She gave me extra practice after class.
Beliau memberi saya latihan tambahan setelah kelas.
Her faith was a small flame in winter.
Keyakinannya seperti api kecil di musim dingin.
Now I train new kitchen staff.
Sekarang saya melatih staf dapur baru.
I try to pass on her kindness.
Saya mencoba menurunkan kebaikannya.
When I see doubt in their eyes, I remember.
Saat melihat keraguan di mata mereka, saya ingat.
One person's belief can change everything.
Keyakinan satu orang bisa mengubah segalanya.
The teacher who saw my potential
by @fajar_26