Spikdi
A2–B10:41
A2–B10:41
I used to read their emails with a heavy heart.
Dulu aku membaca email mereka dengan hati berat.
Everyone seemed to be moving faster than me.
Semua orang tampak bergerak lebih cepat dariku.
Their wins felt like my losses.
Kemenangan mereka terasa seperti kekalahanku.
Then one Tuesday, I saw my own small step.
Lalu suatu Selasa, aku melihat langkah kecilku sendiri.
It was a tiny reply, but it was mine.
Itu balasan kecil, tapi itu milikku.
I noticed how far I had come alone.
Aku menyadari seberapa jauh aku telah melangkah sendiri.
That day, I closed their inbox for good.
Hari itu, aku menutup kotak masuk mereka selamanya.
I opened my own list of small wins.
Aku membuka daftar kemenangan kecilku sendiri.
The page felt full and warm.
Halaman itu terasa penuh dan hangat.
I am not behind; I am on my path.
Aku tidak tertinggal; aku sedang di jalanku sendiri.
The comparing voice faded to a whisper.
Suara pembanding itu meredup menjadi bisikan.
Now I cheer for them and for me.
Sekarang aku bersorak untuk mereka dan untukku.
HE
The Day I Stopped Comparing
by @hendra_tales