Spikdi
B10:33
B10:33
I remember the day I stopped looking sideways.
Aku ingat hari ketika aku berhenti melihat ke samping.
It was a Tuesday, and I was in a small museum.
Hari itu Selasa, dan aku sedang di museum kecil.
I saw a painting that looked unfinished and clumsy.
Aku melihat lukisan yang tampak belum selesai dan kaku.
I read that the artist died poor and unknown.
Aku baca bahwa senimannya mati miskin dan tidak dikenal.
Yet his work now hangs next to famous masters.
Namun karyanya kini tergantung di samping para master terkenal.
I realized that everyone has their own timeline.
Aku sadar bahwa setiap orang punya waktunya sendiri.
I don't need to be first or best or fastest.
Aku tidak perlu jadi yang pertama, terbaik, atau tercepat.
I just need to keep making my own marks.
Aku hanya perlu terus membuat jejakku sendiri.
Comparing steals joy and time I can't get back.
Membandingkan mencuri kebahagiaan dan waktu yang tak bisa kembali.
Since then, I measure my steps by my own path.
Sejak itu, aku mengukur langkahku dengan jalanku sendiri.
The Day I Stopped Comparing Myself to Others
by @iqbal82