B10:56
A problem came up suddenly, making people anxious.
Sebuah masalah muncul tiba-tiba, membuat orang cemas.
I knew I needed to update everyone quickly.
Aku tahu aku perlu memberi kabar cepat kepada semua.
“A quick update for you all,” I began my email.
“Pembaruan singkat untuk Anda semua,” aku mulai emailku.
We explained the issue and our steps to fix it.
Kami menjelaskan masalah dan langkah perbaikan kami.
I added, “We expect it back by end of day.”
Aku menambahkan, “Kami perkirakan selesai pada akhir hari.”
Transparency was key to managing their concern.
Transparansi adalah kunci mengelola kekhawatiran mereka.
“I will let you know the moment it is resolved.”
“Aku akan memberitahu saat masalahnya selesai.”
This communication helped ease the tension.
Komunikasi ini membantu meredakan ketegangan.
Stakeholders felt informed and less worried.
Para pemangku kepentingan merasa tahu dan kurang khawatir.
Proactive updates really build trust.
Pembaruan proaktif sungguh membangun kepercayaan.
It's always better to over-communicate.
Selalu lebih baik untuk sering berkomunikasi.
I learned to share updates, even small ones.
Aku belajar berbagi kabar, bahkan yang kecil.
Keeping Everyone Calm: My Approach to Urgent Updates
by @wahyu_lingo