B10:45
I left work and felt the first drops on my face.
Saya meninggalkan kantor dan merasakan tetesan pertama di wajah.
I forgot my umbrella again. It was too late to turn back.
Saya lupa payung lagi. Sudah terlalu terlambat untuk kembali.
At first I wanted to run. But my shoes were already wet.
Awalnya saya ingin berlari. Tapi sepatu saya sudah basah.
So I walked slowly. The rain soaked my shirt and hair.
Jadi saya berjalan perlahan. Hujan membasahi baju dan rambut saya.
I noticed how the street lights made the water sparkle.
Saya melihat bagaimana lampu jalan membuat air berkilau.
The sound of rain on leaves was like a soft drum.
Suara hujan di dedaunan seperti drum lembut.
People passed me with umbrellas, looking at me strangely.
Orang-orang lewat dengan payung, menatap saya aneh.
But I didn't care. I was not in a hurry anymore.
Tapi saya tidak peduli. Saya tidak lagi terburu-buru.
Sometimes we need to let go of control.
Kadang kita perlu melepaskan kendali.
The rain washed away my stress and worries.
Hujan membersihkan stres dan kekhawatiran saya.
I reached home dripping wet, but feeling light.
Saya sampai rumah basah kuyup, tapi merasa ringan.
That walk became a small gift I gave myself.
Jalan itu menjadi hadiah kecil yang saya berikan pada diri sendiri.
Walking home in the rain without an umbrella
by @dewi64