B10:47
I used to say yes to everything.
Dulu aku selalu bilang ya untuk semuanya.
I thought it made me a good person.
Kupikir itu membuatku jadi orang baik.
But inside, I felt tired and small.
Tapi di dalam, aku merasa lelah dan kecil.
Saying no felt like a door closing.
Bilang tidak terasa seperti pintu tertutup.
Now I see it as a door to peace.
Sekarang aku melihatnya sebagai pintu menuju kedamaian.
I can say no with a warm voice.
Aku bisa bilang tidak dengan suara hangat.
No does not have to be cold.
Tidak harus dingin.
It can be a kind gift to myself.
Itu bisa menjadi hadiah manis untuk diriku sendiri.
When I say no, I say yes to my rest.
Saat aku bilang tidak, aku bilang ya untuk istirahatku.
I protect my energy like a small flame.
Aku menjaga energiku seperti api kecil.
It is not selfish. It is survival.
Itu bukan egois. Itu bertahan hidup.
Tonight I practice a soft refusal.
Malam ini aku latihan penolakan yang lembut.
The Quiet Power of a Gentle No
by @putri26