Spikdi
A2–B10:41
A2–B10:41
I held the truth for so long.
Aku menyimpan kebenaran itu begitu lama.
It sat in my chest like a stone.
Itu duduk di dadaku seperti batu.
Every day I carried it with me.
Setiap hari aku membawanya bersamaku.
I thought telling the truth would hurt.
Kupikir mengatakan yang sebenarnya akan menyakitkan.
But the silence hurt more.
Tapi diam lebih menyakitkan.
So I spoke.
Jadi aku bicara.
My voice was small at first.
Suaraku kecil pada awalnya.
Then it grew steady.
Lalu menjadi mantap.
I told one person the truth.
Aku mengatakan yang sebenarnya pada satu orang.
The stone in my chest cracked.
Batu di dadaku retak.
I felt lighter than I had in years.
Aku merasa lebih ringan dari bertahun-tahun.
The truth did not break me.
Kebenaran tidak menghancurkanku.
The Weight That Lifted
by @adi_talks